PENGANTAR TASAWUF (2)

“Aliran-aliran Dalam Tasawuf”

Dalam sejarah perkembangannya, para ahli membagi tasawuf menjadi dua aspek. Ada tasawuf yang mengarah pada teori-teori perilaku, dan ada tasawuf yang mengarah pada teori-teori pengetahuan  yang memerlukan pemahaman. Tasawuf yang berorientasi pada aspek perilaku sering disebut sebagai tasawuf salafi, tasawuf akhlaqi atau tasawuf Sunni. Sementara tasawuf yang berorientasi pada aspek pengetahuan dikategorikan sebagai tasawuf falsafi.

Dalam istilah lain tasawuf yang berorientasi pada aspek perilaku disebut juga dengan tasawuf amali (Practical Mysticism), sementara tasawuf yang berorientasi pada aspek pengetahuan disebut juga dengan tasawuf nadhari (Theoritical Mysticism). Dan mungkin kedua istilah inilah yang lebih mewakili.

Tasawuf yang berorientasi pada aspek perilaku atau praktek lebih menekankan pada usaha untuk menyucikan diri dengan melakukan perjalanan ruhani atau yang lebih dikenal dengan istilah suluk. Mereka berusaha untuk menjalankan ajaran-ajaran tasawuf  seperti zuhud (tidak cinta dunia), sabar, berakhlaq mulia, banyak mengingat Allah dsb. Sedangkan tasawuf yang berorientasi pada aspek pengetahuan mereka berusaha memahami berbagai konsep dasar, seperti konsep tentang Allah atau yang disebut dengan makrifatullah, konsep tentang manusia sehingga ada konsep tentang manusia sempurna atau insan kamil, memahami konsep tentang alam dsb. Dan dari aspek pengetahuan inilah maka nantinya akan difahami apa yang dimaksud dengan wahdatul wujud, konsep mahabah, konsep tajali dsb. Secara sekilas tasawuf  yang berorientasi pada aspek pengetahuan ini hampir mirip dengan filsafat, namun sebenarnya tidak, tapi memang dalam menjelaskan pengetahuan ini memerlukan pendekatan filsafat.

Oleh: Endang Sri Rahayu, telah didiskusikan bersama dengan Mahasiswa STFI Sadra Jakarta.

About these ads