Home

FILSAFAT ISLAM “Mengenal Filsafat Islam”

Leave a comment

Gambar

FILSAFAT ISLAM “Mengenal Filsafat Islam”

Oleh: Harkaman

  1. Sejarah Filsafat Islam

            Keterlibatan umat Islam dengan filsafat terjadi sesaat setelah penaklukan Islam mencapai ke pusat-pusat peradaban Timur Tengah yang berdampingan dengan  kawasan kebudayaan Yunani.[1] Diadakannya ekspansi kewilayah yang sekarang dikenal dengan nama Suriyah dan Irak mengantarkan umat Islam untuk bertemu dan menjalin hubungan dengan Kristen dan Yahudi yang memiliki ilmu pengetahuan berdebat dan berlogika. Dalam hal ini pengenalan Islam tidak bisa langsung diperkenalkan dengan cara merujuk langsung kepada kitab suci al-Qur’an. Melainkan dengan cara dialektika atau dengan cara yang rasional.

            Selain Kristen dan Yahudi yang ditemui Islam juga bertemu dengan ajaran Zoraster. Mau tidak mau, mereka harus dihadapi dengan menggunakan meteode yang sama tanpa melepaskan sifat rasional yang mereka pegang teguh, hal ini meningkatkan semangat berdebat dan saling bertukar pikiran dengan para perwakilan agama-agama tersebut. Maka pembahasan selanjutnya kita akan membahas tentang keterkaitan antara Filsafat Yunani dengan  Filsafat Islam. More

Advertisements

ISLAM DAN TANTANGAN ZAMAN “Saatnya Umat Islam Bangkit Dari Tidur Panjangnya”

Leave a comment

Image

ISLAM DAN TANTANGAN ZAMAN

“Saatnya Umat Islam Bangkit Dari Tudur Panjangnya”

Oleh: Harkaman

1.Realitas Umat Islam Saat Ini

Secara umum, manusia harus memiliki sikap dan pemikiran kritis. Sikap dan pemikiran kritis ini bukan berarti menghitung-hitung aib dan kekurangan. Arti dan sikap dan pemikiran kritis ialah menayakan dan membahas sesuatu agar bisa diketahui yang benar dari yang tidak benar. Umpamanya saja, sikap kritis atas sebuah kitab bukan berarti bahwa seseorang harus menghitung kelemahan-kelemahan kitab itu. Akan tetapi, ia harus mengemukakan semua kelebihan maupun kekurangan kitab itu. Seseorang harus bersikap kritis atas semua kabar yang didengarnya dari orang lain. Artinya, ia harus menganalisis dan mengkaji semua kabar yang didapatkannya itu. Jika ada suatu ucapan yang masyhur di tengah-tengah manusia, maka hal itu bukan berarti bahwa manusia wajib menerima ucapan itu, meskipun disampaikan dengan cara indah dan meyakinkan. Terlebih lagi dalam urusan-urusan agama, manusia wajib bersikap kritis.[1]

Sekarang yang kita saksikan umat Islam benar-benar mundur, kejayaan masa lalu kini tinggal kenagan. Kenapa demikian, karena umat Islam sendiri perlahan-lahan meninggalakan ajarannya sendiri. Terlebih lagi mereka tidak lagi berpegang teguh kepada kitab suci al-Qur’an. Bangsa lain mengalami kemajuan, karena meninggalkan jaran mereka juga. Sebagai contoh umat Kristen, ibadahnya sekali seminggu. Umat Islam yang diwajibkan solat 5 kali sehari, tapi tidak sedikit yang kita temukan sekali dalam seminggu solat yaitu pada saat hari jumat, atau sekali setahun yaitu pada saat hari raya idul fitri. Kita sama-sama meninggalkan ajaran kita. Bedanya mereka malah yang memperaktekkan ajaran Islam, dan kita juga meperaktekkan ajaran mereka. Sebagai contoh tentang kebersihan dan kedisiplinan. Mereka jauh di atas kita. More

Islam Memandang Kekerasan

Leave a comment

Image

Islam Memandang Kekerasan

Oleh : Harkaman

      

Berapa banyak orang yang mati, dirampas haknya, menderita, tidak tenang dalam menjalani kehidupan, hidup di sela-sela

kecemasan dan kekhawatiran. Tidak sedikit korban yang berjatuhan akibat dari kekerasan dan tindakan brutal. Apakah semua ini dinilai sebuah kesalahan ataukah dosa? Para pelakunya menjawab ini atas dasar agama yang saya pahami, agama saya memerintahkan hal tersebut. Atas dasar itu mereka menganggap diri mereka yang paling beriman, memiliki derajat yang tingi dan paling dekat dengan Tuhan.

Karena itu, mereka berhak memonopoli sebuah kebenaaran. Seakan mereka menjadi wakil Tuhan, menafsirkan teks suci secara monolitik.  Tidak peduli berapa banyak korban yang berjatuhan. Mendzolimi orang lain sudah bukan barang yang bernilai pelanggaran. Perinsip mereka adalah sebuah kebenaran yang harus ditegakkan. Mungkin kita memandang perbuatan tersebut adalah perbuatan tercela. Tapi mereka menilai apa yang dilakukan itu telah mengerjakan perbuatan baik.

George W. Bush seorang peresiden dan penganut agama kristen puritan fundamentalis menindas banyak bangsa dengan dalih-dalihnya sendiri. Banyak tentara Amerika yang putus asa dan berujung pada bunuh diri. Perang yang terjadi di Irak dan Afghanistan menelan banyak korban jiwa sehingga mereka rela mati daripada hidup dalam bayang-bayang kematian. Sama saja bohong, jika hidup tidak tenang. Jikalaupun mereka berhasil selamat tetap saja meninggalkan luka, seperti gila, rusak ingatan dan berbagai penyakit yang dihasilkan dari bekas perang. Bush dan pengikutnya yang haus darah tidak peduli dengan hal itu. Mereka masih bisa tersenyum lebar tanpa merasakan sedikitpun penderitaan orang lain. More

Mengenal Manusia “Siapakah Yang Manusia?”

Leave a comment

interaksi-manusia-sebagai-mahluk-sosial

Mengenal Manusia

Oleh: Harkaman     

 

Pertanyaan tentang siapa manusia kembali terdengar di telinga saya, saat menghadiri kajian akhlak yang dibawakan oleh ust. Hasyim Adnan. Saya rasa ini sangat urgen untuk dipahami. Beliau mengatakan dikala dipertanyakan tentang siapa manusia itu? Manusia adalah hewan yang berakal. Maka akan muncul pertanyaan lagi apa yang dimaksud dengan hewan di sini apa? Yang perlu digaris bawahi di sini adalah manusia dalam pandangan filsafat itu memiliki arti yang sama. Dapat disimpulkan bahwa filsafat tidak menemukan defenisi manusia yangs sesungguhnya. Karena al-Qur’an sendiri mengatakan bahwa manusia itu berbeda.

Di saat Allah menjadikan manusia, Dia tidak menggunakan redaksi “kami jadikan” tapi dengan redaksi “saya”.  Dalam redaksi tersebut ketika Allah menjelaskan manusia. Apakah itu merupakan sebuah personal ataukah sebuah gelar saja.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS.Al-Baqarah:30) More