Gambar

Makna Tahun Baru Tergadaikan

Oleh: Harkaman

            Malam itu kumemandang langit yang indah dihiasi oleh banyaknya kembang api yang sedang menyala-nyala. Dari sana tampak banyak uang yang berhamburan dan terbakar di langit, saya tidak bisa menghitungnya namun dapat diperkirakan puluhan juta uang tersia-siakan di bumi Indonesia untuk membeli kembang api. Sadar atau tidak mereka telah membakar uang mereka sendiri, coba bayangkan betapa bergunanya jikalau semua unag itu dikumpulkan dan didistribusiakan kepada orang yang membutuhkan dibandingkan dengan membakar kembang api yang hanya sekejap mata saja. Hanya hitungan menit atau bahkan kurang dari itu.

            Malam itu banyak orang menghamburkan uang untuk merayakan tahun baru, sadarkah mereka bahwa di sekitarnya banyak orang-orang yang kelaparan. Tidakkah mereka dengar jeritan orang-orang yang kelaparan atau mungkin mereka sudah tuli dan buta oleh hal itu.  Mereka menghabiskan waktu di malam tahun baru dengan berpesta besar-besaran. Mungkin tahun baru meman mereka selalu nanti untuk bisa berpoya-poya sehingga hal yang harus dinikmati sampai  pagi tiba.

            Suara tangisan dunia tak terindahkan lagi, karena hanya mementingkan diri sendiri saja dan senantiasa memelihara keegoisan yang bersarang di dalam tubuh, tidak peduli terhadap berapa banyak orang yang mendeirita di sekelilingnya, yang terpenting di dalam pikiran mereka hanyalah bagaimana agar dapat memuaskan diri apapun caranya.

            Sampai kapanpun Indonesia tidak akan maju jiakalau perilaku bangsa masih seperti di atas. Banyak hal-hal yang lebih penting yang semestinya menjadi perhatian khsus, bukan perayaan tahun baru yang menjadi perioritas. Saya tidak mengatakan merayakan tahun itu haram (dilarang agama) atau tidak boleh dirayakan.Namun yang harus diingat adalah merayakan dengan cara yang baik dan benar.

            Selayaknya anugerah Alah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh setiap jiwa yang masih diberi kesempatan untuk menghirup udarah, mata masih dapat melihat, telinga masih dapat mendengarkan, tangan, kaki dan anggota badan lainnya masih dapat kita fungsikan. Jangan siksa mereka dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.Ketahuilah hanya ada dua pilihan di tahun baru ini yaitu menjadi orang yang lebih buruk atau menjadi orang yang lebih baik. Jika sejak awal sudah menyia-nyiakan nikmat Allah, maka akan berakhir buruk pada diri dan sebaliknya jika diawali dengan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat, maka akan berakhir dengan kebaikan pula pada diri.

            Seharusnya momen yang belum belum tentu kita dapatkan di tahun yang akan datang ini dapat dimaknai dengan baik. Memotivasi diri untuk melakukan perbuatan yang  baik dan berusaha meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dapat membuat diri terbuai terhadap kehidupan yang dapat menimbulkan keserakahan dan ketamakan serta tidak lupa diri seakan kita akan hidup selamanya di dunia. Momen seperti saat inilah sangat tepat untuk melakukan intropeksi diri atau mengevaluasi perbuatan-perbuatan kita selama setahun. Sehingga kita bisa memetakan, apa yang seharusnya kita lakukan dan yang harus ditingglakan di tahun baru ini. Dan memikirkan hal-hal yang terbaik untuk bangsa kita-bangsa Indonesia- bagaimana agar Indonesia tidak lagi terbelakang, bagaimana agar Indonesia menjadi negara yang mandiri dan dapat mensejahterahkan rakyatnya. Momen inilah yang dapat kita gunakan untuk mengevaluasi semuanya dan melakukan perbaikan. Bukan sebaliknya malah menyia-nyiakan kesempatan yang Allah berikan ini kepada kita semua.