Ketertinggalan Umat Islam

Oleh: Harkaman

            Kejayaan umat Islam di masa lalu kini hanya dijumpai dalam buku-buku yang mebahas tentang Sejarah Peradaban Islam,  tinggal sejarah yang hanya bisa dikenang. Kota seribu satu malam di Bagdad sudah tidak ada lagi di pandang mata, Islam yang pernah jaya di Andalusia (spanyol) sudah berubah, pendudukyang dulunya mayoritas umat Islam berbalik arah, berapa banyak  masjid-mesjid yang menjadi gereja-gereja yang indah di Andalusia.

            Pernakah sekali saja dalam hidup anda bertanya mengapa kejayaan itu hilang dan mengapa saat ini kita belum bisa bersaing seutuhnya dengan dunia Barat yang sekarang begitu maju dalam dunia tekhnologi dan pengetahuan. Ini adalah sebuah PR buat umat muslim di seluruh dunia, terlepas beraliran apa pun itu, fakta ini harus diketahui penyebab utamanya. Jangan hanya tinggal berpangku tangan dan hanya bisa menjadi saksi atas kemajuan orang-orang Barat dan ketertinggalan umat Islam kala ini.

            Sedikit memotret peristiwa renaisans pada abad ke-14-17 M (peralihan dari abad pertengahan ke abad modern), peristiwa kebangkitan kembali oleh bangsa Eropa. Apa yang mereka lakukan sehingga dapat membangun peradaban dan memajukan ilmu pengetahuan, yaitu mereka meninggalakan ajaran agama mereka. Dan lucunya umat Islam juga melakukan hal yang sama dengan meninggalkan ajaran mereka, namun yang diperoleh adalah sebaliknya, yaitu keterpurukan.

 Pada peristiwa lain, ketika terjadi perang salib orang-orang Barat tercengang melihat kemajuan yang terjadi pada umat Islam, ditambah dengan kemenangan yang diperoleh umat Islam. Pasca perang itu kemudian memunculkan kaum orientalis yang mengkaji ajaran umat Islam. Bahkan disebutkan orang-orang Barat itu mengenal mandi dan sabun mandi pasca perang. Sekarang apa yang terjadi mereka bangkit dan menghasilkan produk yang lebih baik. Karena mereka menyadari kelemahan mereka dan berusaha mebenahi hal itu.

Jauh sebelum kebangkitan mereka apa yang sebenarnya terjadi pada orang-orang Barat itu, kenapa mereka kalah telat oleh peradaban Islam yang begitu maju. Ternyata persoalan agama sangat ikut andil dalam urusan pengetahuan dan ironisnya keputusan gereja tidak boleh ditentang. Misalnya Galileo yang pernah mengatakan bahwa bumi ini bulat, maka dijatuhkan hukuman mati karena bertentangan dengan pemahaman gereja. Kemudian terus muncul ilmuan yang mendukung argumentasi Galileo tersebut, apa yang terjadi dalam dunia Barat? Mereka kemudian memisahkan antara urusan agama dengan sains dan meunculkan istilah sekuler.

Saatnya melihat faktor perkembangan peradaban Islam di kala itu. Penelitian membuktikan, ternyata faktor utama kemajuan saat itu tidak lepas oleh pengaruh agama Islam yang memberikan respon yang baik terhadap teradisi keilmuan yang tinggi khususnya pada filsafat yang menjadi induk ilmu pengetahuan. Mungkinkah faktor kemunduran kita karena tidak lagi berfilsafat, sehingga hanya mengandalkan sami’na wa atha’na terhadap al-Qur’an sedangkan ada hakikat yang harus dikaji lebih daripada itu. Saya katakana inilah faktor kemunduran kita, umat Islam tidak lagi berfilsafat dan tidak lagi menggunakan akal mereka untuk berfikir. Mereka hanya menafsirkan teks suci dengan tekstual saja. Sehingga berlogika dan berfilsafatpun dianggapnyasebagai perbuatan haram.

Sudah sangat lama umat Islam tertidur, hingga kemudian muncul gerakan pembaharu yang dilakuakn oleh para ilmuan muslim yang kemudian menyadarkan masyarakat tentang kesalahan selama ini, teradisi keilmuan kita sangat menurun. Tidak ada perkembangan karena tidak ada gerakan untuk menngembangkan, karena yang terpenting dalam benak mereka taqliq kepada hukum. Pantas saja teradisi keilmuan tidak berkembang karena yang berkuasa di zaman kita adalah para hali fiqh, maka dari itu salah sedikit haram dan sedikit-dikit bid’ah. Mereka meninggalkan ayat laallakum tatafakkarun. Sepertinya Islam masa kini mengadopsi ajaran Barat tempo dulu. Bangsa Barat juga pernah mengalami hal demikian para ahli fiqh mereka berkuasa sehingga peradaban mereka tidak bisa berkembang.

Kini saatnya untuk bangkit dan mengembalikan kejayaan umat Islam di masa lampau. Dengan cara kembali kepada ajaran Islam yang sebanarnya. Uamt Islam harus memperkuat kembali teradisi keilmuannya, sebagaimana yang pernah dialakukan oleh para pendahulunya. Jangan biarkan para ahli fiqh merasuki pikiran kita, dengan doktrin haram mereka. Kita harus bangkit dan melawan keterpurukan ini. Allahu Akbar!