Islam dan Kebersiahan

Oleh: Harkaman

Ada sebuah hadits dari Nabi SAW yang berbunyi “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Hadits ini sangat populer bahkan menjadi sebuah slogan dan di tempel di berbagai tempat. Bahkan kita seringkali mengulangi hadits itu. Sekarang saya ingin bertanya, apakah kita sudah hidup bersih? Seberapa pentingkah bagi kita sebuah kebersiahan?

            Manusia membawa fitrah yang selalu merenspon dan menyukai hal-hal yang baik, termasuk kebersiahan itu sendiri tidak ada manusia yang mengingkari hal tersebut. Kecuali orang yang sedang kehilangan akal sehat mereka (gila). Dengan bekal fitrah tersebut apakah cukup bisa mengantarakn manusia untuk hidup bersih. Nyatanya lingkungan sekitar kita masi sangat kotor, sampah-sampah berserakan di mana-mana hingga got dipenuhi oleh banyak samapah. Akibatnya banjir kerapkali datang walau hujan tidak begitu deras.          

            Siapa yang harus disalahkan? Apakah kita harus menyalahkan diri sendiri, sedang ini bukan perbuatan satu orang saja. Tapi ini kejahatan massal. Iyya ini adalah sebuah kejahatan. Bagaimana tidak untuk dikatakan sebagai pelaku kejahatan jika merusak alam. Seakan alam hanya milik mereka. Tapi alam ini merupakan warisan untuk anak cucu kita kelak, karena inilah warisan yang paling berharaga. Di mana mereka akan tinggal? Jika alam ini sudah rusak. Tidak mungkin mereka mencari planet yang lain. Sedang kita ketahui sumber kehidupan hanya ada di bumi yaitu oksigen (udara).

            Nampaknya mantrah kebersihan sebagain dari iman tidak meberi dampak yang cukup besar. Walau sudah jelas aturan tentang larangan mengotori lingkungan sekitar, tetap saja masih masyarakat kurang disiplin dalam kebersihan. Islam sendiri memerintahkan pada pemeluknya untuk hidup bersih baik jasmani maupun rohani. Tidak boleh merusak alam, baik pada skala kecil terlebih pada skala yang besar.

            Di dalam Islam persoalan kebersiahan sangatlah penting. Bagaimana bisa beribadah dengan baik jika lingkungan mengganggu, karena banyak sampah-samapah. Tidak hanya itu yang menjadi alasan menyebabkan kebersihan penting di dalam Islam. Diterimah atau tidaknya ibadah seseorang kebersiahan juga sangat mempengaruhi. Jika terdapat najis pada pakaian secara otomatis ibadahnya tertolak. Misalkan ibadah pokok umat Islam yaitu sholat. Oleh karena itu al-Qur’an memberikan poenegasan untuk hidup bersih.

            “Sesungguhnya Allah meyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (al-baqarah: 222)

            Kebersihan tersebut tentunya yang dimaksudkan adalah jasmani dan rohani. Bagaimana merawat tubuh agar tetap sehat, sehingga kuat untuk beribadah. Bagaimana merawat hati agar selalu terjaga untuk tidak perbuatan dosa. Sehingga dalam Islam ada sebuah istilah at-takhali an-nafsi (penyucian diri).

            Menyucikan rohani yang kita miliki tentuya berbeda dengan menyucikan jasmani. Kita juga harus lebih serius, karena ini bukan persoalan yang sederhana. Ini dibutuhkan ketekunan dan usaha yang besar. Kita ketahui bersama syaithan tidak akan membiarkan kita untuk selamat. Dia tidak akan pernah tenang, makanya dia akan selalu berusaha menyesatkan manusia dengan melakukan berbagai cara. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah, karena syithan juga tidak pernah lelah dalam persoalan penyesatan tersebut.