Islam Dan Kehidupan

Oleh: Harkaman

            Dalam Islam bekerja untuk dunia adalah sangat urgen, yang dimaksudkan di sini adalah hasil dari kerja keras dapat membuka jalan untuk lebih mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Misalnya sedekah, zakat, membangun sekolah, tempat-tempat sosial dan lain-lain. Semuanya ini butuh biaya, bagaiman menghasilkan biaya? Ya. Dengan cara bekerja. Betul kita bisa berkontribusi dengan tenaga, akan tetapi mana yang paling besar pahalanya dan mana yang paling pokok lagi mendasar adalah persoalan dana.

            Di kala menuntut dunia maka jadikanlah itu sebagai perbuatan untuk akhirat, agar segala aktivitas yang dijalani mendapat pahala di sisi Allah SWT. Mau atau tidak mau, Dialah tujuan seluruh umat manusia. Tentunya Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang melakukan perbuatan terpuji, melakuakn perbuatan yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun dengan orang lain. Nabi sendiri pernah mengatakan “sebaik-baik di antara kalian adalah yang paling bermanfaan terhadap manusia”.

            Dalam kitab Sahih Muslim terdapat riwayat Nabi yang mengatakan “Dinar yang kamu sedekahkan di jalan Allah, dinar yang kamu sedekahkan terhadap hamba sahaya , dinar yang kamu sedekahkan pada fakir miskin, dinar yang kamu sedekahkan terhadap keluargamu dan sebaik-baik pahala sedekah adalah yang kamu berikan kepada keluargamu”. Tidak sedikit orang yang mengabaikan keluarganya, padahal merupakan sebuah tanggungan. Bagaimana mungkin bisa beribadah dengan baik jikalu terganggu dengan kesengsaraan dan penderitaan. Perlu diketahui kemiskinan itu sangat dekat dengan kekufuran. Karena tidak akan bisa mengembang risalah Allah jika jiwa mereka dalam keaadaan anjrok seperti berjuta-juta umat Islam yang sedang kelaparan dan hidup dalam kemiskinan.

            Seorang pemimpin keluarga harus memperhatikan halal atau tidaknya, harta yang kan diberikan kepada keluarga. Karena Islam sangat menjaga kesucian sumber daya seorang Muslim. Sayangnya banyak dari kalangan Muslimin menyia-nyiakan potensi yang Allah anugerahkan kepadanya. Akibatnya, muncullah para orang kaya yang seraka terhadap harta serta kufur terhadap nikmat Allah, tidak memahami kebenaran, serta dihantui oleh kematian. Apagunanya harta yang dimiliki jika hanya memberikan jalan menuju kepada kecelakaan. Maka periotitas kehidupan adalah mencari harta, tatkala diserukan untuk melakukan sebuah kebaikan, mereka berkeluh kesah.

            Benarlah yang telah difirmankan oleh Allah “Ya, Tuhan kami. Mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa Engkau tidak tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi.” (Qs. An-Nisa : 77).

            Indahnya hidup adalah mampu memaknai hidup dengan benar. Tidak berburuk sangka terhadap Tuhan, bukankah Allah memberikan banyak kepada kita, Yang terpenting adalah bagaiman kita bisa menggunakannya dengan baik. Karena itulah yang membedakan manusia yang satu dengan yang lainnya.