MANUSIA MULIA

Oleh: Harkaman

            Sesungguhnya Allah SWT menciptakan umat Nabi SAW memiliki kemulian yang lebih dibandingkan dengan umat-umat lainnya, umat Muhammad dijadikan lebih baik. Hal ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Dengan adanya pengasan langsung dari Allah SWT.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali ’Imran : 110)

Akan tetapi keutamaan itu didapatkan apabilah umat Muhammad saling mengingatkan kepada kebaikan dan mencegah kepada perbuatan yang keji. Tentunya syarat itulah yang harus dipenuhi, agar keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT dapat dicapai. Keutaman ini bisa saja sirnah apabilah manusia melupakan tugas dan tanggung jawabnya selaku khalifah Allah di bumi ini.

Dari derajat yang tinggi akan menjadi hina, bahkan lebih rendah daripada binatang. Ini akan terjadi apabilah norma-norma agama sudah menjadi pelanggaran yang biasa-biasa saja. Amar ma’ruf nahi mungkar tidak lagi menjadi budaya. Orang-orang sudah malu bahkan takut untuk amar kepada kebaikan, terlebih orang yang diperingati menganggap hal itu sebagai sebuah sikap yang mempermalukan dirinya, sehingga hanya kebencian akan muncul, apabilah diingatkan oleh saudaranya.

Seorang muslim sejati tentunya jauh dari perbuatan-perbuatan tercela tersebut. Meman pada dasarnya manusia ini semuanya berada dalam lembah kerugian. Karena mereka lupa diri, waktu yang diberikan tidak dimanfaatkan dengan baik, bahkan disia-siakann.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS.Al-Ashr: 1-3)

Sekarang kemungkaran meraja lelah di mana-mana, kehidupan memberikan tututan untuk bersikap egois. Sehingga yang terjadi manusia secara perlahan-lahan tidak hidup sosial lagi, rasa kepedulian kepada sesama semakin memudar. Pribadi seorang muslim yang sejati hendaknya tampil di sini dan memeberikan contoh.