I AM MUSLIM

OLeh : Harkaman

Seirimg dengan berjalannya waktu, umat Islam di dunia semakin berkembang pesat di seluruh penjuru dunia. Perkembangan ingin dipicu oleh ajaran Islam itu sendiri yang menganjurkan kepada umat Islam untuk mempunyai keturunan yang banyak, karena merupakan sebuah kebanggaan Nabi di hari kemudian. Ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan umat Islam di dunia, tidak adanya pembatasan untuk memiliki keturunan menjadikan pemeluk Islam merasakan sebuah kesesuain ideologi, khususnya di negara-negara Barat yang membatasi masyarakat untuk memiliki keturunan.

Selain alasan tersebut, karena Islam juga merupakan agama yang logis dan sejalan dengan nilai-nilai kemanusian, dan yang paling penting adalah ajaran yang ada di Islam bisa  dengan mudah diterima, khususnya di kalangan para ilmuan.

            Penyebaran umat Islam yang begitu cepat, menjadikan populasi umat Islam di dunia saat ini mendominasi di antara pemeluk agama-agama lain. Akan tetapi  kuantitas yang kita miliki bukanlah hal yang harus dibanggakan, karena pada kenyataannya umat Islam yang mengamalkan ajaran Islam dengan benar sangat terbatas di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kwantitas ini sama sekali tidak berpengengaruh terhadap kemajuan Islam.

Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena Islam yang sebenarnya mereka tidak pahami dengan baik, akibatnya muncul pelbagai macam interpretasi dan praktek yang salah. Ada yang memahami Islam secara tekstual(radikal) dan ada yang kontekstual. Pemahaman tentang agama Islam yang sebenarnya merupakan hal urgen, karena dari sinilah warnah Islam akan dikenali.

Mengaku Islam

            Maraknya kejadian akhir-akhir ini yang menisbatkan kepada Islam mengundang banyak perhatian bagi umat Muslim atau pun non-Muslim, dan yang paling menggegerkan muncullah gerakan terorisme. Sebuah kelompok yang mengatas namakan dirirnya sebagi kelompok pejuang Islam.

            Hal ini memunculkan dua pendapat yang berbeda. Yaitu,kelompok yang mendukung terorisme dan yang tidak menduung terorisme. Tentunya bagi kaum terpelajar tidak akan sepakat dengan tindakan atau pun aksi-aksi yang meraka lakukan. Misalnya saja pemboman di Bali, di mana korbannya b kan hanya dari non-Muslim, akan tetapi peristiwa itu juga banyak menewaskan umat Muslim.

            Bukankah membunuh jiwa yang tidak berdosa dalam Islam itu dilarang baik orang muslim atau pun non-Muslim. Atau peristiwa WTC yang menelan banyak korban yang tidak bersalah. Pertanyaannya apa salah mereka sehingga harus menerima hal itu. Kenapa bukan para tentara zionis yang dihancurkan, bukankah mereka sudah menjadi penentang dan musuh yang sangat jelas. Misalnya saja Israel yang selalu berusaha merampas hak-hak saudara muslim kita di palestina.

            Mereka menganggap diri mereka sedang berjihad untuk menegakkan agama Allah, namun dari semua yang telah dilakukan itu, apakah member kontribusi dalam perkembangan dan penegakkan agama Allah. Justru sebaliknya mereka telah mencoreng nama baik Islam di dunia. Serta meletakkan konsep jihad pada posisi yang salah. Islam membolehkan untuk berjihad melawani mereka, ketika mereka memerangi umat Muslim atau merampas hak-hak umat Muslim.

            Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah mencari musuh atau pun memulai perang, kecuali orang kafirlah yang memulainya. Sehingga di zaman Nabi umat Muslim dan non-Muslim dapat hidup dengan damai dan tenteram.

Apakah mereka itu benar-benar Islam atau hanya mengaku Islam? Maka dari itu untuk menilai sebuah agama sangat tidak objektif, jika dinilai dari pemeluknya, karena hal itu tidak sesuai. Analoginya kita tidak boleh menghukumi sebuah makanan rasanya lesat atau tidak enak karena hanya melihat dari kemasannya.

            Islam adalah agama yang membawa pesan damai kepada manusia, sangatlah bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut di atas. Semua agama pun pada sejatinya mengajarkan nilai-nilai perdamaian. Nabi Muhammad datang SAW memperkenalkan Islam tidak merubah dari ajaran yang dibawah oleh para Nabi dan Rasul sebelumnya akan tetapi hanya menyempurnakan ajaran sebelumnya.

Ikhtilaf di Tengah-tengah Umat Islam

            Sebuah problema saat ini, telah muncul sebuah perbedaan terhadap ajaran Islam yang sebelumnya. Zaman sekarang umat Islam menkafirkan umat Islam sendiri, sedang di zaman Rasulullah yang dikafirkan adalah non-muslim yang menentang ajaran Islam. Padahal dalam riwayat Rasulullah pernah mengatakan perbedaan di tengah-tengah ummatku adalah sebuah rahmat.

            Namun pada kenyataannya aliran yang satu dengan aliran yang lain saling mencela dan menilai salah selain dari golongan mereka. Apakah ini yang diajarkan oleh Rasulullah? Tidak. Sangat bertentangan dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah.

            Jika umat Islam hanya terus-menerusberputar pada masalah Fiqih, sedangkan ada masalah yang sangat membutuhkan perhatian penting. Kenapa umat Islam hingga saat ini masi tertinggal jauh dari bangsa lain. Kini saatnya bergandengan tangan selama Tuhan kita sama(Allah SWT) dan Nabi kita sama (Nabi Muhammad SAW). Persoalan fiqih adalah ikhtilaf di kalngan para ulama, yang adalah kepercayaan sma.

Karena Islam datang tidak membawa sebuah aliran atau mazhab tertentu. Islam mengajarkan Tauhid, agar manusia percaya kepada Tuhan yang satu yaitu Allah AWT. Agama yang datang membawa rahmat kepada umat manusia, agar manusia bisa sampai dengan selamat kepada tujuan akhir mereka yaitu akhirat.

Islam adalah Damai

            Umat Islam di zaman Nabi Muhammad SAW, beberapa kali pernah melakukan perjanjian dengan orang-orang kafir. Sekali pun umat Muslim tidak pernah melanggar. Akan tetapi orang-orang kafir itu yang melanggar perjanjian yang telah mereka sepakati sendiri. Ini merupakan salah satu bukti bahwa Islam itu agama yang cinta damai

Kenapa Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan Islam, mudah diterima oleh masyarakat saat itu. Karena metode yang digunakan saat menyampaikan ajaran Islam penuh dengan hikmah dan pesan damai terhadap masyarakat di kala itu.

Harus menjadi perhatian bagi umat Islam, jangan sampai cara beragama yang salah, kemudian memunculkan pandangan negatif terhadap agama Islam. Target agama Islam sangat jelas, yakni ingin mendamaikan umat manusia.Namun pesan damai yang dibawa oleh Islam tidak disampaikan oleh pemeluknya sendiri.

Seperti yang saya katakan sebelumnya mengenai tentang teroris. Sekalipun mereka mengaku berjuang untuk agama Islam, akan tetapi mereka justru melanggar nilai-nilai Islam , karena apa yang telah mereka lakukan tidak relevan dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Dengan tegas saya menilai mereka itu bukan orang Islam, akan tetapi mereka itu hanyalah sekelompok orang yang mengaku Islam.

Umat Muslim harus mewujudkan ajaran Islam yang sesungguhnya. Dan Segala bentuk penyimpangan  harus menjadi perhatian khusus dan harus diluruskan. Karena kebanyakan orang  berpandangan subjektif. Agama Islam itu ibaratnya kertas putih, apabilah terkena sedikit saja tinta, maka tinta itu akan mudah untuk dilihat dan bisa menjadi perhatian orang banyak. Maka dari itu nilai-nilai Islam harus dijaga sebaik mungkin.