CInta Dan Kasih Sayang

            Kita lahir kedunia ini dan bisa tumbuh seperti sekarang ini, karena dibentuk oleh Cinta dan Kasih sayang.  Hal ini cukupurgen, sayangnya sekarang mulai memudar, karena manusia semakin menjauh dari Allah Swt. Banyak bukti tentang terjadinya pemudaran kasih sayang manusia terhadap sesamanya.

            Bukan hanya terhadap orang lain, akan tetapi kepedulian itu perlahan-lahan luntur dari dalm diri sendiri, dan beberapa kasus tentang orang tua yang menyiksa buah hati mereka sendiri, ada yang membuangnya, dan yang paling mengerikan adalah orang tua yang membunuh darah dagingnya sendiri. Padahal Allah menganugerahi manusia dengan rahmat, kasih dan sayang. Dan ini meliputi segala alam semesta. Turunnya air hujan dari langit, hijauhnya dedaunan, indahnya lautan yang luas, semua itu karena rahmat-Nya, akan tetapi manusia berpaling dari semua itu dengan melakukan pengingkaran.

“Dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum : 21)

“Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia Ini dan di akhirat; Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami”. (QS. Al ‘Araf : 156)

Beberapa akibat yang ditimbulkan oleh pudarnya kasih sayang tersebut, antara lain kelaparan, pemcemaran lingkungan, samapai kepada penggadaian diri. Lebih dari limaratus juta orang kelaparan di dunia, ini meliputi di berbagai benua yang ada di dunia. Kelaparan dipicu oleh faktor kemiskinan. Sebenarnya problem ini bisa diselesaikan, asalkan rasa kepedulian anatara sesama tinggi. Bukan berarti tidak ada anggaran untuk orang miskin, tetapi itu diselewengkan oleh para koruptor. Baik itu diambil secara sembunyi-sembunyi atau secara terang-terangan, misalnya pemotongan bantuan, ada biaya pengurusanlah, inilah dan itulah. Sungguh aneh mereka sudah tahu bahwa orang itu  adalah orang bmiskin, akan tetapi masih aja diberikan pemotongan.

Bagaimana perasaan anda tentang udara yang anda hirup setiap harinya? Tentunya sudah mengalami pencemaran dan ini sangat mengganggu. Atau pemanasan global yang sangat menyiksa. Apakah mesin yang menimbulkan pencemaran yang harus disalahkan? Tentunya tidak, ini sejauh mana manusia terperosok kepada ketamakan dan keserakahan. Mereka hanya memikirkan diri sendiri, orang-orang yang ada disekitar mereka hanya sebuah media yang dapat ia gunakan sebagai pemenuh keserakahan mereka. Mempekerjakan buruh dengan gaji yang sangat murah, misalnya di Indonesia. Sangat kecil upah yang mereka terima.

            Sekarang berbicara masalah harga diri, bisa dikatakan hanya kesing mereka dari luar sehingga dapat dikatakan sebagai manusia. Di dalam dirinya hanya ada kebusukan, yang menjadikan dirinya lebih rendah daripada hewan. Persetan apa yang dia lakukan, kehilangan harga diri tidak ada masalah, yang terpenting bagaimana agar bisa memuaskan diri. Inikan sangat konyol sekali.

            Semoga Allah melindungi kita dari sifat-sifat tercela tersebut di atas. Jangan beranggapan itu bukan urusan saya, silahkan kamu urus urusanmu sendiri. Ia. Dalam konteks yang lain dapat dieterima. Akan tetapi dalam konteks kepedulian sangat tidak wajar bagi seorang manusia.