GambarSIRAH NABAWIYAH (1)

“Arab Pra Islam Hingga Usia Nabi Muhammad 12 Tahun”

  • Letak Kota Makkah

 Kota Mekkah terletak di perut lembah,yang dikelilingi oleh bukit-bukit dari segala arah, dari sebelah timur membentang bukit Abu Qubais (Jabal Abu Qubais) dan dari barat dibatasi oleh dua bukit (gunung) Qa’aiqa’ dan keduanya berbentuk bulan sabit mengelilingi perkampungan Mekkah. Dan dikenal bagian yang rendah dari lembah tersebut dengan Al-Bathhaa’ yang ada padanya Ka’bah dan dikelilingi oleh rumah-rumah orang Quraisy, sedangkan bagian yang tinggi dikenal dengan Al-Mu’alaah dan pada bagian ujung-ujung kedua bukit yang berbentuk bulan sabit tersebut dibangun rumah-rumah sederhana milik orang Quraisy Dzawaahir yaitu orang-orang pedalaman (A’rob) Quraisy yang miskin dan merupakan serdadu-serdadu perang, akan tetapi mereka ini di bawah kaum Quraisy Bathhaa’ (yang tinggal di bathhaa’) dalam kebudayaan, kekayaan dan martabatnya.[1]

  • Ibrahim dan Ismail

Keberadaan Mekah mempunyai kaitan erat dengan Ibrahim dan Ismail. Oleh karena itu, sangat urgen untuk diketahui kisah dua orang hambah Allah yang beriman itu.

Nabi   Ibrahim as. lahir di Irak dan ayahnya adalah seorang pembuat patung terkenal dan hasilnya cukup baik. Mempunyai dua orang istri yaitu Sarah dan Hajar. Sarah yang melahirkan Ishaq dan Hajar yang melahirkan Ismail[2].

Setelah mendapat perintah dari Allah SWT ke Mekah. Ibrahim beserta anak-istrinya berangkat kesana. Namun keberadaan Ibrahim tidak lama, atas perintah Allah SWT dia kemudian meninggalkan Hajar dan putranya di sana. Dari sinilah dimulainya munculnya air zam-zam. Ketika Ismail menangis karena kehausan, namun tidak air di sisi Hajar, karena perbekalan mereka sudah habis. Akhirnya dia berusaha mencari air, lari-lari anatar bukit Shafa dan Marwah, menurut riwat sebanyak tujuh kali[3]. Namun dia tidak berhasil menemukan air. Ketika dia menemui putranya dalam keadaan lelah, dilihatnya kaki Ismail sedang menyentak-nyentakkan kakinya di tanah dan muncullah air.[4]

Adanya mata air tertsebut mengundang banyak perhatian musafir untuk beristirahat di sana, seiring dengan berjalannya waktu orang-orangpun mulai bertempat tinggal di sana.

Di kala usia Ismail sudah dewasa, Ibrahim lalu menjengut anaknya. Kedatangan tersebut tidak hanya sekadar berkunjung dan mengetahui kabar Isamail. Akan tetapi ada hal lain yaitu berrmaksud membangun Ka’bah. Dengan izin Allah bangunan tersebut bisa berdiri, akhirnya menjadi perindatan dan tempat ziarah hingga saat ini.

  • Orang Tua Muhammad
    • Abdullah dan Aminah

Generasi Ismail terus berkembang dan semakin banyak sehingga penghuni di daerah yang tandus itu juga bertambah. Sampailah pada zaman Abdulllah bin Adul Muthalib.[5]

Dalam riwayat diceritakan bahwa Abdullah adalah orang yang tampan. Suatu ketika dalam perjalanan menuju rumah Aminah, dia dihentikan oleh seorang perempuan di tengah perjalanannya, diajaknya menikah[6]. Akan tetapi Ibrahim menolaknya. Hingga akhirnya menikah dengan Aminah.

Suatu waktu bertemu dengan wanita yang pernah mengajaknya menikah, namun dia hanya diam saja. Hingga Abdullah yang memulai untuk bertutur kata. Ditanya “Kenapa anda dulu mnginginkan saya, sedang sekarang anda hanya dia saja” . “Dulu aku meilihat cahaya[7], namun sekarng aku tidak mlihatnya lagi” Jawabnya.

  • Takdir Abdullah

Abdul Muthalib ayah dari Abdullah bin Abdul Muthalib, pernah ingin mengobarkan anaknya dan dipersembahkam kepada Tuhan. Karena sebelumnya pernah bernazar, jika anknya cukup sepuluh, maka akan dipersebahkan untuk Tuhan salah satu dari mereka di Ka’bah[8].  Sebenarnya Abdull Muthalib berat untuk melakukan hal tersebut, karena dia sangat menyayangi Abdullah. Namun setelah diundi, nama Abdullahlah yang terus muncul. Walau pada akhirnya tidak terjadi karena Abdullah digantikan oleh 100 ekor Unta.

Abdullah sendiri meninggal dunia ketika Muhammad masih dalam kandungan Ibunya yang baru berusia lima bulan. Di sini seakan memberikan pemahaman bahwa tugas Abdullah sudah selesai karena cahaya itu sudah berpindah kerahim Aminah.

  • Kelahiran Muhammad

Menjelang kelahiran Nabi ada sebuah peristiwa besar. Yaitu penyerangan yang dilakukan oleh Abraha dari Etopiah (Afrika) untuk menghancurkan Ka’bah, dinilainya bangunan tersebut mennyaingi geraja yang dibangun di negerinya. Ketika melakukan penyerangan pasukannya menggunakan Gajah.. Peristiwa itu kemudian diabadikan dalam al-Qur’an[9].

Di saat itulah muncul pemimpin dunia, penutup para Nabi dan rahmatan lil’alamin. Yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabi’ul Awal di tahun Gajah[10]. Beliau terlahir sebagai seorang anak yatim piatu. Beliau belum sempat menyaksikan wajah sang ayah.

  • Muhammad ke Syam

Di Mekah ada sebuah tradisi, dimana bayi yang baru lahir akan di amanahkan pada seseorang untuk disusuhi. Bermaksud agar anak-anak mereka sehat dan mendapat didikan yang baik di kampung. Sebagaimana anak-anak Mekah lainnya, Muhammad pun juga akan diamanahkan (dititipkan).

Pada suatu hari datanglah orang-orang yang akan mencari bayi untuk mereka bawa pulang. Namun Muhammmad berbeda dengan anak-anak lainnya, karena ibunya miskin sehingga tidak ada yang ingin memeliharanya.[11] Namun takdir berkehendak lain, dari rombongan ada sepasang suami-istri yang tertinggal jauh, karena keledai yang ditungganginya tidak normal, kurus dan jalannya lambat. Seehingga ia datang terlambat. Ketika Halimah as-Sa’diyah datang ke Mekah bersama suaminya, dia mendapatkan Muhammad untuk dibawa pulang, karena dialah yang tersisa dari bayi-bayi lainnya.

Ada beberapa kejadian yang menarik pada Nabi ketika dirawat oleh Halimah, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Keledai yang pada awalnya kurus dan tidak kuat untuk berjalan. Tiba-tiba saja berubah. Dia pun bisa menyalip rombongan yang lainnya.
  • Hasil pertanian keluarga yang merawatnya semakin subur sehingga menghasilkan banyak hasil pertanian. Halimah pun meperpanjang kontrak Muhammad.
  • Adanya penyucian (pembelahan) hati Muhammad ketika masih kecil, dalam riwayat ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Setelah Halimah mengetahui hal tersebut, dia merasa khawatir, akan terjadi sesuatu pada Muhammad. Saat itu umur Muhammad sudah memasuki usia 5 tahun. Barulah ia dikembalikan kepada ibunya di Mekah.

  • Muhammad Kembali ke Mekah

Keberadaan Muhammad di Mekah tidaklah lama. Pada usia 6 tahun Ibunya Aminah mengajaknya ke Madinah  prihal bersiarah ke Makam ayahnya. Beliau berangkat bersama dengan ibunya serta Ummu Aiman. Namun, sebelum sampai ke Madinah, di tengah perjalanan ibunya sakit, hingga meninggal dunia di sana. Kemudian beliau dibawa pulang oleh Ummu Aiman ke Mekah dan diserahkan kepada Abdul Muthalib (kakek Muhammad).[12]

  • Tanda-Tanda Kenabian

Muhammad dirawat oleh kakeknya kurang lebih selama 2 tahun, di kala itu umurnya sudah 8 tahun. Setelah kakeknya meninggal, dia kemudian dirawat oleh pamannya Abu Thalib. Di pamannya inilah tumbuh hingga dewasa.

      Pada usia 8 tahun, Abu Thalib mengajak Muhammad berdagang ke Syam. Di sanalah pertemuan antara Muhammad dengan Buhairah.  Seorang pendeta yang masih menjalankan syari’at Nabi Isa as. Dialah yang mengabarkan tanda tentang kenabian pada diri Muhammad. Dan memberitahukan Abu Thalib agar membawa Muhammad kembali ke Mekah. Dikhawatirkan sesuatu hal terjadi kepadanya. Mengingat kedatangan Nabi terakhir dari keturunan Ismail tidak diinginkan oleh orang-orang Yahudi, karena mereka beranggapan bahwa dari merekalah yang lebih mulia dan lebih berhak.


[1]Harkaman dan Dina Fadilah. Harkaman01.wordpress.com /makalah / islamdimasanabi

[2]Nenek Moyang Nabi Muhammad SAW.

[3]Lari-lari antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, inilah kemudian yang juga dilakukan atas jama’ah haji.

[4]Dimana saat ini dikenal sebagai air Zam-zam.

[5]Ayah Muhammad

[6]Ada yang mengatakan bahwa diajak berzina oleh wanita tersebut.

[7]Banyak riwayat yang menjelaskan hal tersebut, bahwa itu adalah nur Muhammd. Kemudian berpindah ke dalam rahim Aminah.

[8]Sebagian berpendapat mengatakan bahwa persembahan tersebut karena nazar Abdul Muthalib tentang air zam-zam. Jika air zam-zam mengalir kembali, maka akan dipersembahkan untuk Tuhan salah satu dari anaknya.

[9]QS. Al-Fil :1-5

[10]Penanggalan itu adalah penanggalan yang masyhur di kalangan Ahlu Sunnah, sebagian lagi mengatakan bahwa kelahiran Nabi jatuh pada tanggal 9 Rabi’ul Awal. Adapun di kalangan Mazhab Allul Bait (syi’ah) yang mereka yakini adalah pada tanggal 17 Rabi’ul Awal.

[11]Ada sebuah perbedaan antara kisah yang masyhur di tengah-tengah umat Islam. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Muhammad adalah bayi yang diperebutkan oleh banyak orang. Dengan alasan bahwa hal itu merupakan salah satu kelebihan calon Nabi ini, Tentunya tidak mempunyai kekurangan. Hal ini juga diungkapkan oleh Ja’far Subehani dalam bukunya ”sejarah Nabi Muhammad”.

[12] Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki al-Hasani. Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad Saw (Bandung, Pustaka Hidayah: Cet. 1, 2011.) Hal. 18-19