Filsafat Ilmu

Perbedaan Filsafat dan Ilmu, Perbedaan Filsafat Ilmu dan Epistemologi, Objek Kajian, Lingkup Kajian dan Masalah-masalah dalam Filsafat Ilmu, Manfaat Filsafat Ilmu

—Perbedaan Filsafat dan IlmuPada awal kemunculannya, filsafat adalah sinonim dengan ilmu, bahkan ilmu-ilmu lain menjadi lingkup kajiannya.

—Dalam pengertian umum, filsafat dibagi menjadi dua: Teoretis dan Praktis, dan dalam pengertian khusus, filsafat hanya mengkaji metafisika.

—  Ilmu dibedakan menjadi 2: ilmiah (sains/science) dan non-ilmiah (pengetahuan/knowledge)

— Sains: akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasi dan diorganisasi sedemikian rupa; sehingga memenuhi asas pengaturan secara prosedural atau memiliki dasar pembenaran, metodologis, teknis, sistematis, objektif (verifikatif), universal (menembus ruang dan waktu), dapat dikomunikasikan, dan progresif.

—Epistemologi dan Filsafat IlmuEpistemologi: cabang filsafat yang mengkaji tentang terjadinya pengetahuan, asal-muasal pengetahuan, batas-batas, sifat-sifat, metode, dan kesahihan pengetahuan.

 Beberapa istilah yang setara dengan epistemologi antara lain: Kriteriologia (criteria dalam menentukan keabsahan pengetahuan tertentu), Gnoseologia (pengetahuan yang bersifat keilahian/ketuhanan), filsafat pengetahuan (cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat pengetahuan), dan lain-lain.

—Filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Dengan kata lain, filsafat ilmu mengkaji ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara atau metode mendapatkannya. Jadi, pokok perhatian filsafat ilmu adalah proses penyelidikan keilmiahan ilmu itu sendiri.

—  Filsafat ilmu: menyelidiki keilmiahan ilmu secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis.

Epistemologi

Hakikat Pengetahuan                  Metodologi

Sumber-sumber Pengetahuan

Keabsahan Pengetahuan

Batas-batas Pengetahuan

Objek Kajian

—  Material: ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis denga metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara umum.

—  Formal: hakekat atau esensi ilmu pengetahuan, ditinjau secara filosofis; apa hakikat ilmu itu sesungguhnya (ontologis)? Bagaimana cara atau metode untuk memperoleh kebenaran ilmiah (epistemologis)? Apa fungsi ilmu pengetahuan itu bagi manusia (aksiologis)?

Lingkup dan Masalah

—   Masalah epistemologi ilmu;

—  Masalah metafisis (ontology) ilmu;

—  Masalah metodologis ilmu;

—  Masalah logis ilmu;

—  Masalah etis ilmu;

—  Masalah estetis ilmu.

Manfaat Mempelajari

—  Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga seseorang memiliki sikap kritis terhadap kegiatan ilmiah.

—  Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan.

—  Filsafat ilmu dapat memberikan pendasaran logis dan rasional terhadap metode keilmuan.

Catatan:
1. Sumber: Sumber artikel ini adalah PPT dosen pengampu STFI Sadra Jakarta Mata Kuliah Filsafat Ilmu

2. Artikel ini sudah didiskusikan di dalam kelas bersama dengan dosen pengampu

3. Dosen pengampu Mata Kuliah Filsafat Ilmu STFI Sadra bersama dengan Mahsiswa Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.